INFOSOBATDESA– Sanggu Ate, 20 Mei 2026 – Di tengah kesibukan belajar keahlian teknik, pertanian, hingga kesehatan, ada satu hal yang dijaga teguh di SMK Iya Tekky: jati diri dan budaya bangsa. Sekolah yang dulunya dipandang sebelah mata ini, kini tidak hanya dikenal mencetak lulusan terampil, tapi juga berani tampil beda dengan tetap melestarikan adat istiadat, seni, dan nilai luhur masyarakat setempat, agar generasi muda tidak terputus dari akarnya
Bagi warga desa, ini menjadi kebanggaan tersendiri. Di saat banyak anak muda makin lupa budaya sendiri, di sekolah ini justru diajarkan: “Jadi orang pintar dan ahli saja belum cukup, kalau tidak tahu siapa asal-usul dan budayanya.
🎭 SETIAP HARI, NILAI BUDAYA SELALU HADI
Pagi ini, suasana sekolah terlihat berbeda namun tetap indah. Sebagian siswa tampak mengenakan pakaian adat daerah, ada yang membawa alat musik tradisional, dan di sudut halaman terdengar lantunan pantun serta nyanyian daerah. Ini bukan sekadar acara seremonial, tapi sudah jadi kebiasaan dan jadwal rutin setiap minggu
Kepala Sekolah, Bapak Yulius, menegaskan
“Kami sekolah kejuruan, fokus keterampilan, tapi tidak boleh kehilangan identitas. Kami ingin siswa kami nanti bukan cuma ahli kerja, tapi juga orang yang berkarakter, tahu sopan santun, menghormati orang tua, dan bangga dengan budaya sendiri. Budaya itu jati diri, kalau hilang, kita sama saja kosong.
Beberapa bentuk nyata yang terus dijalankan
✅ Setiap hari Jumat: Berbusana adat dan berbahasa daerah – Melatih terbiasa dan bangga memakai serta menggunakan budaya sendiri
✅ Mempelajari seni lokal – Tari, musik, pantun, dan cerita rakyat diajarkan, bahkan sering ditampilkan saat ada acara desa atau pertemuan warga
✅ Nilai adat masuk pelajaran – Sopan santun, cara berbicara, cara menghormati tetua, hingga aturan hidup bertetangga disisipkan dalam materi, terutama di jurusan Pertanian dan Kesehatan yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat
✅ Menghormati tradisi – Ikut serta dan membantu setiap ada kegiatan adat, gotong royong, atau perayaan desa
🌾 BUDAYA MASUK KE DALAM KEAHLIAN JURUSA
Yang paling istimewa, pelestarian budaya di sini tidak dipisahkan dari keahlian yang dipelajari. Budaya justru dijadikan kekuatan tambahan
Di Jurusan Pertanian, guru pertanian tidak hanya mengajarkan cara menanam modern, tapi juga ilmu warisan leluhur: cara mengolah tanah seperti cara orang tua dulu, pengetahuan tanaman obat tradisional, hingga kearifan lokal menentukan musim tanam
“Ilmu zaman dulu ada kehebatannya sendiri. Kami gabungkan ilmu baru dan warisan lama, supaya siswa punya bekal lengkap. Bertani di sini bukan cuma cari untung, tapi juga menjaga cara hidup dan warisan nenek moyang,” ujarnya
Begitu juga di Jurusan Kesehatan, guru Kesehatan mengajarkan bahwa kesehatan tidak lepas dari kebiasaan dan budaya hidup bersih yang sudah ada sejak dulu. Siswa diajarkan cara merawat diri dan keluarga dengan cara sehat yang sesuai kebiasaan masyarakat, serta cara mengolah obat-obatan alami khas daerah
“Kalau kami ajarkan semua asing, nanti mereka asing juga dengan lingkungannya. Kami ajarkan cara modern, tapi tetap hormati dan pakai cara-cara baik yang sudah ada di desa ini,” jelas beliau
Bahkan di Teknik, siswa diajarkan cara memodifikasi alat pertanian atau alat rumah tangga tradisional agar lebih canggih tapi tetap bentuk dan kegunaannya sesuai kebiasaan warga
❤️ SISWA BANGGA, WARGA MAKIN SAYAN
Perhatian sekolah pada budaya ini membuat hati warga makin luluh dan percaya. Bapak Karim, warga desa, sangat setuju
“Dulu saya kira di sini cuma diajarin bongkar pasang mesin saja. Ternyata anak-anak juga diajarin adat, sopan santun, dan seni. Saya senang sekali. Sekolah ini tidak mencetak orang asing, tapi mencetak anak desa yang makin hebat tapi tetap anak desa yang asli.
Para siswa pun merasa hal yang sama. Anita, siswi kelas XI, berkata
“Dulu saya malu pakai baju adat atau bicara bahasa daerah sama teman sekolah. Tapi di sini kami diajarkan bangga. Sekarang saya malah senang tampil pakai adat, menyanyi lagu daerah. Rasanya lebih indah dan dekat dengan keluarga. Kami belajar maju, tapi tidak pernah lupa ke belakang.
📌 BUKTIKAN: MAJU DAN BERBUDAYA ITU BIS
SMK Iya Tekky sekali lagi membuktikan satu hal penting: Menjadi sekolah maju, modern, dan terampil tidak harus meninggalkan budaya sendiri. Justru dengan memegang teguh adat dan tradisi, langkah ke depan jadi lebih kokoh, lebih berkarakter, dan lebih dicintai masyarakat
Sekolah yang dulu dianggap “tidak baik”, kini makin bersinar bukan hanya karena ilmunya, tapi karena hatinya. Di sini, setiap hari ditanamkan: Jadilah orang hebat, tapi tetaplah anak bangsa yang berbudaya. Dan itulah yang membuat lulusan-lulusan mereka kelak tidak hanya berguna bagi diri sendiri, tapi juga menjadi kebanggaan besar bagi desa dan budayannya.
Penulis: Ntena






