USKUP TEWAS DITEMBAK DI AFRIKA TENGAH, SERANGAN TERHADAP PERDAMAIAN DAN PELAYANAN KEMANUSIAAN

Berita, Nasional10 Dilihat

INFOSOBATDESA NEWS- 10 Juni 2026.Dunia gereja dan masyarakat internasional berduka mendalam menyusul tewasnya seorang pemimpin rohani akibat penembakan. Peristiwa ini terjadi di wilayah Afrika, tepatnya di wilayah yang kerap dilanda ketegangan dan konflik bersenjata dalam beberapa tahun terakhir .

 

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan resmi dari pihak kepolisian dan konferensi waligereja, Uskup Osório Citora Afonso, 54 tahun, ditemukan tak bernyawa di kediaman resminya pada dini hari, Sabtu, 6 Juni 2026 di Kota Quelimane, Mozambik (berbatasan dekat wilayah Kongo) . Ia ditembak tepat di bagian dada, diduga dengan satu butir peluru .

Meskipun kejadian ini secara administratif terjadi di Mozambik, almarhum pernah lama melayani umat dan mengemban tugas di Republik Demokratik Kongo, menjadikannya sosok yang sangat dikenal di kedua wilayah tersebut. Pihak berwenang menyatakan motif pembunuhan masih diselidiki secara mendalam dan disebut berlangsung dalam keadaan yang belum sepenuhnya jelas .

 

🙏 Profil dan Pengabdian

Uskup Afonso adalah tokoh yang sangat dihormati. Sepanjang masa pengabdiannya:

– Melayani di daerah yang rawan konflik, mempertemukan pihak yang berseteru, dan mendamaikan masyarakat

– Aktif membangun sekolah, klinik kesehatan, dan memberi bantuan bagi warga yang mengungsi

– Dikenal rendah hati, tidak memihak golongan politik tertentu, dan selalu membela hak-hak rakyat kecil

– Baru saja diangkat juga sebagai administrator apostolik untuk Keuskupan Beira, menunjukkan kepercayaan besar atas kepemimpinannya

Reaksi dan Kecaman

– Gereja Katolik Afrika: Mengecam keras peristiwa ini sebagai serangan terhadap perdamaian dan kebebasan beragama. Menuntut penyelidikan yang terbuka dan adil.

– Pemerintah dan Masyarakat: Presiden Mozambik menyebutnya “kerugian besar yang tidak tergantikan bagi bangsa dan negara”.

– Paus Leo XIV: Menyampaikan belasungkawa, memohon ketenangan bagi keluarga dan umat, serta menyerukan agar kekerasan dihentikan.

Makna di Balik Peristiwa

Kematian uskup ini mengingatkan dunia bahwa di wilayah Kongo dan sekitarnya, situasi keamanan masih sangat rapuh. Banyak pemuka agama yang menjadi sasaran karena berani bicara tentang keadilan, kemanusiaan, dan perdamaian.

“Membunuh mereka yang mengabdikan diri untuk mendamaikan bukan hanya kejahatan terhadap satu orang, melainkan melukai harapan damai seluruh rakyat Afrika.”

Semoga pelaku segera diadili, dan semangat pengabdian almarhum menjadi pelita bagi mereka yang tetap berjuang membangun kedamaian.

Editor:Ntena

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *