DESA MENNE ATE BUMDES SUKSES KELOLA USAHA AYAM PETELUR PENUHI KEBUTUHAN WARGA DAN DONGKRAK EKONOMI DESA

Berita23 Dilihat

INFOSOBATDESA NEWS-SUMBA BARAT DAYA, NTT, 26 Mei 2026 – Langkah nyata kemajuan ekonomi Desa Menne Ate semakin terasa. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), desa ini kini secara resmi mengelola usaha peternakan ayam petelur yang berkembang pesat, berproduksi rutin, dan menjadi andalan baru pemenuhan kebutuhan pangan sekaligus penambah pendapatan asli desa. Usaha ini berjalan di tengah masyarakat, melibatkan warga, dan membawa dampak nyata bagi kesejahteraan seluruh warga Menne Ate.

 

Berdiri di atas tanah kas desa dan dikelola secara profesional, usaha ini bukan sekadar bisnis, melainkan wujud nyata semangat kemandirian dan kerja sama yang menjadi ciri khas desa ini.

📌 DIBANGUN DENGAN RENCANA MATANG, DIKELOLA DENGAN TERTIB

Unit usaha ayam petelur ini dibangun sejak awal tahun 2026, menggunakan dana penyertaan modal desa dan dukungan warga. Kandang dibangun kokoh, bersih, dan memenuhi standar kesehatan ternak, dilengkapi sarana air bersih, tempat pakan, dan sistem kebersihan yang teratur.

Saat ini terdapat ratusan ekor ayam petelur unggul yang sudah berproduksi stabil setiap hari. Pengelolaan diserahkan kepada tim BUMDes yang dibantu warga yang sudah dilatih cara beternak benar: mulai pemberian pakan bergizi, pengecekan kesehatan, vaksinasi rutin, hingga pengumpulan dan penyimpanan telur agar tetap segar dan berkualitas.

“Kami tidak main-main. Semua dicatat rapi: berapa butir telur hasilnya, berapa yang terjual, dan berapa pemasukannya. Dikelola terbuka, semua warga bisa tahu. Ini milik bersama, milik desa,” ujar Ketua BUMDes Menne Ate.

🥚 MANFAAT LANGSUNG BAGI MASYARAKAT

Yang paling membahagiakan warga, keberadaan usaha ini menjawab kebutuhan utama sehari-hari:

✅ Telur Segar, Murah, & Selalu Ada

Dulu warga harus beli dari luar desa, harganya mahal dan kadang sulit didapat. Sekarang telur tersedia setiap hari, dijual langsung di kandang maupun di pos pelayanan BUMDes dengan harga warga, jauh lebih murah dari harga pasar luar. Ini sangat membantu pemenuhan gizi anak-anak dan keluarga.

 

✅ Membuka Lapangan Kerja Warga

Pengelolaan, pemberian makan, kebersihan, hingga pengangkutan hasil produksi semuanya dikerjakan oleh warga desa. Ada yang jadi petugas harian, ada yang bertugas jaga dan jual beli. Jadi, usaha ini sekaligus memberi pekerjaan dan penghasilan tambahan bagi warga sekitar.

 

✅ Kotoran Jadi Pupuk, Sirkulasi Ekonomi Terjaga

Tidak ada yang terbuang. Kotoran ayam dikumpulkan, diolah jadi pupuk organik berkualitas tinggi, lalu dibagikan atau dijual murah ke warga untuk menyuburkan kebun dan ladang mereka. Ini sangat cocok dengan budaya pertanian di Menne Ate, jadi ada hubungan saling menguntungkan: peternakan bantu pertanian, pertanian bantu pakan ternak.

 

✅ Keuntungan Kembali Untuk Desa

Setiap keuntungan yang didapat tidak dibagi-bagi pribadi, tapi dikumpulkan masuk kas desa. Nanti uangnya dipakai lagi untuk: perbaikan jalan, bantuan sosial, perbaikan fasilitas sekolah, hingga pengembangan usaha lain. Artinya: semakin banyak telur terjual, semakin maju desa kita.

🤝 DUKUNGAN PENUH & KERJA SAMA

Pemerintah Desa dan seluruh warga sangat mendukung. Bahkan ada warga yang secara sukarela membantu menjaga kandang atau membawa air bersih, sebagai wujud gotong royong. Dinas Peternakan juga sudah turun memberi bimbingan agar usaha ini makin berkembang dan terhindar dari penyakit hewan.

Warga pun antusias: “Senang sekali Pak. Dulu kami cuma lihat di desa lain, sekarang punya sendiri. Telur murah ada, warga dapat kerja, desa dapat uang. Ini kemajuan yang paling nyata kami rasakan.”

📢 RENCANA KE DEPAN: SEMAKIN BESAR, SEMAKIN BERMANFAAT

Pengelola bertekad tidak berhenti di sini. Target ke depan:

🔹 Menambah jumlah populasi ayam agar produksi makin banyak, bisa jual ke desa tetangga dan pasar kecamatan.

🔹 Mengolah telur menjadi produk lain seperti telur asin atau olahan makanan, supaya nilainya makin tinggi.

🔹 Menjadikan ini contoh usaha desa, nanti akan diajarkan ke pemuda-pemuda agar bisa meniru dan berwirausaha sendiri di rumah masing-masing.

 

Kepala Desa Menne Ate menegaskan:

“Ayam petelur ini bukti kecil tapi besar maknanya. Buktinya, dengan bersatu dan berusaha, desa kami bisa punya usaha sendiri, tidak selalu bergantung bantuan luar. Ini awal kemandirian ekonomi Menne Ate. Kami pastikan usaha ini dijaga, dikembangkan, dan membawa berkah bagi semua warga.”

Kini, kandang ayam petelur BUMDes Menne Ate tidak hanya jadi tempat usaha, tapi jadi simbol semangat baru: Maju Bersama, Sejahtera Bersama. 🐔🥚🌱🚀

 

Penulis:Ntena

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *