Infosobatdesa. Weekombaka– Kelancaran proses tanam sangat ditentukan oleh ketersediaan pupuk. Namun, masih sering ditemui kendala di lapangan terkait waktu turunnya pupuk jenis NPK dan Urea. Banyak petani mengeluhkan, bahwa kedua jenis pupuk pokok ini jarang sekali datang bersamaan di gudang atau di tempat penyaluran. Seringkali yang datang duluan hanya satu jenis, sementara jenis lainnya menunggu berminggu-minggu bahkan sampai berbulan-bulan baru muncul. Mengganggu Jadwal Tanam Kondisi ini tentu sangat merugikan petani. Padahal, dalam pemupukan berimbang, NPK dan Urea memiliki fungsi yang saling melengkapi dan sebaiknya diberikan berdekatan waktunya. Dampak yang terjadi jika turun tidak bersamaan:1. Pekerjaan Menumpuk: Jika salah satu pupuk datang terlambat, petani harus bolak-balik mengurus pupuk yang sisa, membuang waktu dan biaya transportasi.2. Pemupukan Tidak Tepat Waktu: Karena menunggu jenis pupuk yang belum datang, jadwal pemupukan susulan menjadi molor dan pertumbuhan tanaman jadi tidak maksimal. Harapan Distribusi Lebih Rapih Para petani berharap ke depannya sistem penyaluran bisa diperbaiki. Seharusnya stok NPK dan Urea bisa dikoordinir agar datang dan siap dibagikan secara bersamaan. Tujuannya supaya anggota kelompok tani bisa mengambil sekaligus, langsung lengkap, dan bisa langsung diaplikasikan ke lahan seperti pemupukan jagung dan lain-lain tanpa harus pusing menunggu-nunggu lagi. Pesan untuk Pihak Penyalur: “Tolong perhatikan jadwal turunnya pupuk. Usahakan NPK dan Urea bisa keluar bersamaan supaya petani tidak kesulitan dalam pemupukan ” Semoga ke depannya penyaluran menjadi lebih tertib dan memudahkan petani. Editor//: Tena
